Untuk menuju sebuah kesuksesan selalu ada resiko yang menghadang, namun ketika kita selalu menghindari resiko maka selamanya kesuksesan itu tidak akan datang. Dalam mencapai sebuah kesuksesan tidak selalu harus bekerja keras namun bekerja keras hanya salah satu cabang dalam pengimplementasikan kerja cerdas dalam mencapai sebuah kesuksesan. Sebuah kesuksesan diibaratkan suatu perjalan menuju tempat yang diimpikan , namun jalan yang harus dilewati penuh duri, penjahat yang menjamur serta jalan itu sangat rusak parah, dan kondisi seperti itu terjadi pada semua jalan menuju tempat itu, lalu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkannya?mau tidak mau suka tidak suka harus melewati jalan tersebu, namun tidak semua tipe orang bertindak seperti itu kebanyakan orang lebih suka menghindar atau bahkan menjauh dari sebuah resiko ataun masalah, tapi bagi para pemenang dibenaknya selalu ada harapan dan mindsite yang terpatri bahwa dibalik resiko ada reword yang dihadiahkan Alloh pada orang-orang yang jarang berfikir seperti itu. Tak usah terlalu memikirkan targetan dari kerja-kerja yang dilakukan dalam mencapai kesuksesan yang telah direncanakan, mengapa? karena bukan hak kita penentu sebuah ketetapan, Allohlah yang Maha Berhak atas itu. Apabila berorientasi pada hasil maka kekecewaan yang sering didapat. Kesuksesan ibarat puncak gunung es, yang terlihat sangatlah kecil namun di bawah lautan tersimpan batang gunung yang sangat besar dan proses menuju sebuah kesuksesan ibarat batang yang besar tersebut . Para pemenang berkata bahwa kesuksesan hanya 1% sedangkan 99% adalah usaha-usaha yang dilakukan dalam mencapai kesuksesan. Tipe orang pemenang selalu setia pada proses yang dilalui bahkan menikmati bukan hanya sekedar asal jalan, karena dengan menikmati proses itulah sesungguhnya citra dari karakter kesuksesan yang kita desain.
Keyakinan dan kesuksesan
Siapapun dapat sukses jika percaya ia mampu
Kemakmuran sejati adalah hasil yang pasti dari penempatan keyakinan yang benar pada diri sendiri dan sesama kita.(Benjamin burt, silversmith.
Berfikir positif , menerima apapun yang Alloh berikan , serta bersyukur dengan melejitkan potensi diri, nikmati proses perbaikan diri, tanpa henti disetiap detik yang di jala
Tak ada yang peduli dengan kita kecuali diri kita dan Alloh
Benarkah itu saudaraku?
Banyak persepsi yang mungkinakan muncul dari pernyataan itu . Manusia yang diciptakan oleh Alloh swt memiliki sifat dan karakter yang sangat bervariatif selain hal itu Diapun memberikan kenikmatan pada hamba-Nya yang bervariatif pula baik kenikmatan iman, harta, keluarga, pengetahuan, wawasan maupun kemampuan kita dalam menganalisis sebuah masalah. Hal tersebutlah penyebab pembeda tanggapan atas pernyataan tersebut.
Orang yang berargumen bahwa selain Alloh dan diri kita ada bunda yang sangat peduli dengan kita. Saya sangat setuju akan hal itu, namun coba renungkan kembali, apakah bunda selalu ada disaat kita sedih, apakah beliau selalu memahami kondisi kita, apakah dia selalu member solusi atas masalah-masalah yang sedang kita hadapi, apakah disaat masalah sangat genting dan terlalu klimaks bagi kita apakah beliau mampu menyelesaikannya. Jawabannya iya bagi seseorang yang memiliki seorang bunda yang bijak dan berkasih sayang namun tidak bagi seseorang yang memiliki bunda yang biasa saja. Mungkin terlalu radikal sekali pernyataan untuk seorang pahlawan kehidupan kita. Begitu banyak kasih saying seorang bunda terhadap anaknya begitu lama beliau mengandung kita, menyusui, menjaga kita disaat semua tertidur, kerewelan kita menjadi teman tidur baginya, air seni dan kotoran selalu datang tak terduga, mungkin disaat belia sedang tidur, bahkan sedang makan. Beliau rela dengan kelaparannya meninggalkan kenikmakan makanannya demi membersihkan kotoran yang ada pada diri kita hingga terkadang nafsu makannya hilang, namun semua itu tak semua anak memahami akan hal itu sehingga begitu banyak pemuda yang durhaka terhadap ibunya.
Jadi pernyataan mana yang benar?
Setiap pendapat tak ada yang dapat menyalahkan , karena orang yang berargumen tentunya memiliki sisi tersendiri dalam melihat suatu fenomena ataupun masalah yang ada tentunya dengan pendukung ilmu-ilmu yang dimilikinya. Ibu… kata yang sangat indah, merdu didengar, sejuk bagai salju dan bagai oaese di gurun yang sangat panas. Tapi sebenarnya siapakah yang memberikan hadiah yang luar biasa tersebut, makhluk yang belas kasih, penyayang, penyabar, pemberi apapun yang anaknya pinta walaupun tak ada, tentunya akan segera diusahakannya. Wah luar biasa sekali wahai ibu…. Makhluk yang luar biasa tentunya diciptakan oleh yang maha dasyat, makhluk yang penyayang, penyebar, kasih sanyang tentunya diciptakan oleh zat yang memiliki sifat lebih dari itu semua. Betapa sayangnya Alloh terhadap kita. Diri yang penuh dosa, hina dan maha membutuhkan ini dititipkan pada makhuk yang luar biasa yaitu ibu. Alloh begitu banyaknya nikmat-Mu tak mampu diri ini menghitungnya. Engkau yang maha pengasih, Penyayang, Raja, Suci, Sejahtera, Terpercaya, memelihara, Perkasa, Kuasa, memilki kebenaran, Pencipta, Mengadakan, Membuat bentuk, Pengampun, Perkasa, Pemberi, Pemberi rezeki, Pembuka, Mengetahui, Menyempitkan, Melapangkan, Merendahkan, Meninggikan, memuliakan, Menghinakan, Mendengar, Melihat, Memutuskan hokum, Adil, lembut, mengetahui, Pengampun, penyantun, Agung, Pengampun, menerima syukur, Tinggi, Besar, Pemelihara, Membuat perhitungan, Luhur, Mulia, Mengawasi, memperkenannkan, Luas, Bijaksana, mencintai, ya Rabb…. Begitu banyaknya sifat-sifat yang wajib bagi Engkau, betapa kecilnya nikmat cintanya seorang ibu dibandingkan segalanya, namnterkadang diri ini banyak melupakan-Mu. Selalu ibu yang menjadi penolong buat kita, ibu yang menjadi penghibur bagi kita problem solver bagi masalah-masalah kita, sebagai sandaran disaat kita mulai rapuh, penegak kita disaat kita roboh dan masih banyak sekali kiasan-kiasan yang mengungkapkan kebaikan seorang ibu. Namun taukah saudaraku ibu hanyalah distributor dari produsen segala kehidupan yang memberikan sedikit kenikmatan produk-Nya untuk konsumen yang sangat zhalim ini.
Terkadang banyak sekali manusia yang sangat mencintai ibunya namun tak mengenal siapa yang menciptakan ibunya. Saudariku banyak saudara kita yang ada di belahan dunia sana yang belum mengenal bahkan tidak mengenal Alloh Zat yang Maha segala-segalanya. Tak semua saudara kita dapat menikmati indahnya hidup bersama syariat Islam yang menunjang diberbagai aspek kehidupan. Banyak manusia yang berintelektual namun tak tau tujuan hidupnya, ada tujuan hidup namun hanya jangka pendek, sebatas dunia yang ia capai. Begitu bersyukurnya diri ini yang Rabb atas segala nikmat yang telah Engkau limpahkan padaku.
Renungan malam dikala bergesernya orientasi hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar